Info Jogja, Banyak Mobil Mogok, Jalan Cino Mati Ditutup

Info Jogja,

Banyak Mobil Mogok, Jalan Cino Mati Ditutup

WisataMurah Yogyakarta ExploreWisata.com @xplore.wisata explorejogja exploreindonesia

ExploreWisata.Com Pemandu Wisata Yogyakarta
Biro Perjalanan Wisata Yogyakarta

Rental Avanza, Innova, ELF, Micro Bus, Big Bus, Paket Wisata Murah,
Gua Pindul, Gua Kalisuci, Tebing Breksi, Candi Borobudur, Candi Prambanan, Punthuk Setumbu, Puncak Suroloyo, Castel Kaliurang, Lava Jeep Merapi, Pantai Parangtritis

085.643.455.685

Banyak Mobil Mogok, Jalan Cino Mati Ditutup

 
Petugas Sat Lantas Polsek Sedayu melakukan pengaturan manual diperempatan Sedayu untuk mencegah terjadinya kemacetan.(Foto: Sukro R)

BANTUL, KRJOGJA.com - Serangkaian peristiwa mobil mlorot terjadi setelah tidak kuat melewati jalan tanjakan cino mati penghubung Kecamatan Pleret-Dlingo. Akhirnya ruas jalan tersebut ditutup untuk kendaraan roda empat wisatawan dan warga setempat sejak H +2 Lebaran. Penutupan jalan akan dilakukan hingga batas waktu yang  belum ditentukan. Sementara petugas dari Pospam Ramadniya Jalan Wates Sedayu Bantul menerapkan skala prioritas agar tidak terjadi kemacetan.

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Dlingo yang tugas di Desa Terong, Bripka Gangsal Wirajati SH, Rabu (28/6/2017) mengungkapkan sejak H+1 Lebaran atau Senin (26/6/2017) puluhan mobil wisatawan tidak kuat menaiki tanjakan dan akhirnya mogok ditengah jalan. Akibatnya mobil dibelakangnya semua langsung berhenti ditengah jalan.

“Ketika mobil satu sudah gagal naik ditanjakan, otomatis kendaraan dibelakangnya juga  berhenti, kondisi makin parah ketika mesin sudah mati,“ ujar Gangsal.

Ketika sudah seperti itu mobil harus didorong untuk kembali bisa jalan. Karena jika bertumpu pada mesin untuk langsung naik dalam posisi mobil terhenti ditanjakan tidak akan kuat.

Peristiwa mogoknya mobil di tanjakan Cino Mati akhirnya menimbulkan kerawanan bagi pengguna jalan lainnya. Menurut Gangsal selama ini banyak mobil wisatawan tidak kuat melintasi tanjakan Cino Mati bukan karena kendaraan tidak layak. Tetapi akibat  pengemudi tidak  menguasai medan jalan. Karena ruas jalan itu selain menanjak panjang juga ada tikungan.

“Sudah menanjak panjang juga ada tikungan ditanjakan, itu yang sering membuat mobil tidak kuat dan mlorot,” ujar Gangsal.

Dijelaskan efek dari mobil mendadak mogok mengakibatkan  motor ambruk karena mendadak berhenti ditanjakan. Melihat fakta tersebut akhirnya sejak H+2 Jalan Cino mati ditutup untuk kendaraan roda empat.  Bahkan Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri Selasa (27/6/2017) ikut mendorong mobil  di tanjakan Cino Mati. Untuk mengatasi kemungkinan terburuk sejak Hari Raya Idul Fitri di tanjakan Cino Mati dijaga petugas dari Forum Penanggulangan Resiko Bencana Desa  Terong Dlingo,  Radio Terong Komunity dan SAR DIY.

Sementara Wakil Kepala Pos Pam Ramadniya Sedayu Bantul, Iptu Agus Supraja SH mengatakan, memasuki H+4 Lebaran kepadatan arus balik sangat terasa.”Kami ambil kebijakan skala prioritas, diperempatan Sedayu, pertigaan Klangon, perempatan Pedes kendaraan dari jalur mudik kami tarik secara manual untuk menghindari kemacetan,” ujar Agus.(Roy)

Sumber,
http://krjogja.com


Media lainnya,,,
D72E559E / 7A722B86
#porter #guide #pemandu #transport lokal #rinjani 3.726 mdpl #semeru 3.676 mdpl #slamet 3.428 mdpl #lawu 3.265 mdpl #merbabu 3.145 mdpl #sindoro 3.150 mdpl

Related product you might see:

Share this product :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Paket Wisata Yogyakarta Murah dan Lengkap - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger